Dangdut makasar tanpa bh lepas cd bogel habis No joining sex site

sungguh mati, baru saat ini saya “menghayati” wujud tubuh pasienku. “sebetulnya ada lagi dok” “apa bu, kok engga sekalian tadi” saya telah siap berkemas.

saya pingin yakin” tuturnya lagi sesudah sebagian waktu saya berdiam diri. “silakan di buka kancingnya bu” syeni buka kancing pakaiannya, semua kancing ! tanpa buka cup-nya, saya cuma menyelipkan ke-2 telapak tanganku.

mengurut tepi-pinggir bulatan buah itu dengan gerakan berputar.

yang tidak biasa yaitu syeni tetap membiarkan kaosnya tersingkap. ” tuturnya sembari perlahan mulai turunkan kaosnya. tinggal lutut serta kaki mulusnya yang tetap “tersisa” oo..

kelak saya kasih obat” meskipun dada serta perutnya telah tertutup, wujud badan yang tertutup kaos ketat itu terus enak dilihat. “bisa dari bakteri yang ada di mangga yang ibu makan kemarin” syeni telah turun dari pembaringan.

lima hari lantas, ny syeni muncul lagi di area praktekku, juga sebagai pasien paling akhir.

“baik dok, saya dapat periksa sendiri” “nanti bila obatnya habis serta tetap ada keluhan, ibu dapat balik lagi” “terima kasih dok” “sama-sama bu, selamat sore” wanita muda cantik serta seksi itu berlalu.

inilah yang mencolok : dadanya demikian menonjol ke depan, membulat tegak, terlebih sore ini dia kenakan blouse bahan kaos yang ketat bergaris horsontal kecil2 warna krem, yang semakin mempertegas keindahan wujud sepasang payudaranya.

dipadu dengan rok mini warna coklat tua, yang bikin sepasang kakinya mulusnya semakin “bersinar”.

“khawatir apa bu “ “tante saya kan dulu terkena kangker payudara, saya cemas. itu bukan hanya penyakit keturunan” kataku memotong, telah siap2 akan pulang. ” “kalau saya ambillah nafas panjang, merasa ada yang sakit di dada kanan” “oh. ibu rasakan ada satu benjolan engga di payudara” tanpa disadarinya ibu ini memegang buah dada kanannya yang benar2 montok itu. ah engga, bisa-bisa saya dituduh pelecehan seksual. “begini saja bu, ibu saya tunjukin langkah memeriksanya, kelak dapat ibu periksa sendiri di tempat tinggal, serta laporkan akhirnya pada saya” saya memeragakan langkah memeriksa kemungkinan ada benjolan di payudara, ambil boneka manequin sebagai jenis.

” apakah ini bermakna saya mesti memeriksa payudaranya ?

serta, saat saya iseng memeriksa file-file pasien, saya baru mengerti bahwa 70 persen pasienku yaitu ibu-ibu muda yang berusia antar 20 - 30 th.. “mungkin dokter ganteng serta baik hati” kata nia, suster yang sepanjang ini membantuku. dapat aja” “bener dok” timpal tuti, yang bertugas mengurus administrasi praktekku. tempo hari saya makan mangga, 2 buah” “coba ibu baring disitu, saya perika dulu” sekilas paha putih mulusnya tersingkap saat ibu muda ini menaikkan kakinya ke dipan yang memanglah agak tinggi itu.

Comments are closed.